Senin, 05 Februari 2018
Hari ke-3 "Belajar Multimedia"
Belajar diamana saja, kapan saja dan dari sapa saja, setuju yah dengan kalimat tersebut, bahkan alqur'an pun menyebutka bahwa jangan kita lihat siapa yang bicara tetapi lihat apa yang dia bicarakan.
Belajar juga tak emngenal usia, selama kita mau dan berusaha keras insyalalh kita pun akan mendpatkan, pepatah arab emngatakan man jadda wa jadda, siapa yang bersungguh-sungguh amaka dia yang akan berhasil.
belajar ini bisa dengan media online atau offline, silahkan anda memili yang mana? sesuaikan dengan kondisi diri sendiri juga yah, jangan sampai memaksakan untuk belajar offline tetapi fisik tidak memungkikan, apalagi belajar online yang jauh dan membutuhkan biaya mahal tentu harus menjadi pertimbangan matang yah sebelum menentukan.
Belajar online pun sebetulnya butuh waktu khusu juga, bagaimana tidak. yah walaupun belajarnya mungkin bisa di rumah tetapi sambil mongmong si kecil dengan tingkah polahnya tidak bisa konentrasi iyah, sedikit yang masuk ke otak sudah alhamdulillah.
Tidak masalah belajar lewat online atau offline yang tidak boleh itu berhenti belajar, setuju yah? dan kini kita juga bisa belajar bahasa arab lewat laman belajar online berikut ini
http://www.myarabquran.com/
#harike3
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#level12
#keluargamultimedia
hari ke-2 "Belajar Multimedia"
mencoba mencari dan mencari ternyata banyak laman beljaar online, dan bagi kami ibu rumah tangga yang rempong setiap hari denga urusan domestik dan urusan bocah kecil yang tiada habisnya beajar online sebetuonya bisa loh menjadi solusi.
banyak laman belara secra online yang bisa kita download lewat HP atau PC dan dengan mudah kita bisa belajar apapun yang kita inginkan, sekarang ini kita sudah di mudahkan oleh berbagai fasilitas yang ada, tinggal kita manfaatkan dan dunia dalam genggaman.
benara kata bu septi kemarin di saat menyampaikan materi ke 12 bahwa adanya media itu harus memberikan dampak positif buat kita, jadikan media yang bekerja nuat kita, buat kita yang bekerja buat media bahkan di perbudak media.
bahkan bu septi pun mendownload aplikasi yang menunjang pekerjaannya setiap hari, juag di dukung dengan gadget hours yang memang sudah di terapkan di dalam keluarganya, berbicara keluarga bu septi tidak akan ada habisnya, keluarga penuh inspirasi dan kami bangga bisa mengenal beliau.
dan inilah lama belajar online yang bisa kita download sehingga dengan mudah belajar bahasa jepang hanya dari rumah, tugas domestik selesai dapat ilmu pula
https://www.nhk.or.jp/lesson/indonesian/
#harike2
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#level12
#keluargamultimedia
Minggu, 04 Februari 2018
Hari ke -1 "belajar multimedia"
Keluarga multimedia merupakan materi terakhir di kelas bunda sayang ini, yeah...akhirnya sudah berada di level puncak level 12 belajar di kelas bunda sayang, materi terakhir disampaikan lansung oleh bu septi peni wulandani selaku founder institut ibu profesional.
wah..sungguh ini hal yang menggembiran kita semua, lewat webinar semua peserta kelas bunda sayang yang memasuki materi ke 12 bisa menyimak dari seluruh oenjuru tanah air bahkan sampai ke luar negeri.
menimba banyak ilmu dari bu septi malam itu, penuh haru biru dan merasa tersadar bahwa peran sebagai orangtua kadang belum maksimal, berbagai kisah bu septi ketika membersamai anak-anak membuat kita semua para ibu berfikir dan berfikir bermihasabah serta mencoba berdiskusi kembali dengan sang suami.
berusaha memperbaiki apa yang kurang pas selama ini, dan berusaha menjadi lebih baik ke depannya, dan tugas kita di tantangan 10 hari ke depan yakni mencari media pembelajaran onlien, sehari satu situ belajar online.
sedikit mengerutkan dahi sih, hhmm kira-kira apa yah, ketahuan deh selama ini saya jarang mengguanakn media online untuk belajar bersama si kecil, baiklah ini belum terlambat dan saatnya belajar di mulai
#harike1
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#level12
#keluargamultimedia
Rabu, 24 Januari 2018
Review hari ke 7
pada review yang lalu saya sudah menulis tentang pola asuh orangtua yang keliru, yah hal tersebut di kemukakan oleh psikolog ternama yakni ibu Elly Risman, lalu bagaimana solusinya jika orangtua terlanjur memiliki pola asuh yang salah selama ini.
menurit pendapat saya yang pertam harus orangtua lakukan yakni menyadari diri bahwa selama ii dia keliru, kemudia setelah sadar bahwa saya sebgai seorang ibu misalnya sudh keliru membiarkan anak saya, abai terhadapnya menganggap semua baik-baik saj dan ternyata TIDAK semua tidak baik-baik saja
ada 7 hal yang menjadi solusi
menurit pendapat saya yang pertam harus orangtua lakukan yakni menyadari diri bahwa selama ii dia keliru, kemudia setelah sadar bahwa saya sebgai seorang ibu misalnya sudh keliru membiarkan anak saya, abai terhadapnya menganggap semua baik-baik saj dan ternyata TIDAK semua tidak baik-baik saja
ada 7 hal yang menjadi solusi
- perkuat ketahanan ayah dan ibu
- menyicil utang jiwa dan menrumuskan ulang tujuan pengasuhan
- komunikaso yang benar baik dan mneyenangkan
- berikan fondasi beragama yang kuat
- bijak dalam bertekhnologi
- cek dan ricek teman
sudahkah kita melakukan 6 hal di atas terhadap anak-anak kita, jangan - jangan selam ini kita masih saja tidak perdulu, mulai sekarang sadar diri, ubah sikap dan perilaku kita, rangul anak kita dan bermohon hanya pada allah
#herike7
#level11
#kuliahbunsayIIP
#menumbuhkanfitrahseksualitas
Review hari ke 8
adakah ibu yang masih sibuk bekerja? yang menghabiskan selauruh narinya di tempat kerja, sementara anaknya bersama dengan pengasuh atau kakek dan neneknya? apakah suaminya hanya berdiam diri dirumah tidak bekerja dan santai saja di rumh seakan beban ekonomi itu bukan dia yang menaggung.
tetangga saya ada yang demikian, yah saya kadang miris dan sedih melihat anakny yang seumuran dnegah anak saya, anak usia segitu sedang manja-manjanya dengan ibunya, tidka ingin ditinggalkan oleh ibunya, tetapi saya pun faham suaminya tidak bekerja.
tidak punya pilihan lain keculai si istri yang turut bekerja memenuhi kebutuhan hidup setiap hari, hidup dengan oarnagtua nyatanya masih menjadikan mereka bergantung dan sikap yang kurang baik sering mereka tunjukan kepada orangtua yang telah mengasuh anaknya.
kurang akrab dan krang kasih sayang, salah dari awal pengasuhan orangtua terhadap anak laki-lakinya, harusnya seorang laki-laki di didik agar emmpunyai tanggungjawab yang lar biasa besar, apalgi ketika sudah mempunyai anak dan istri, orangtua sudah semakin tua tidka mungkin bisa membantu anak terus menerus.
orangtua pun harus mempunyia pemahaman yang benar, jangan asal bisa mongmong cucu setiap hari bahagia melihat senyum cucunya, bisa menggendong dan menimangnya setiao hari. tidak ada nenek yang tidka bahagia jika demikikan yang terjadi, tetepi hal ini menjadikan orangtuanya yah kedua orangtunay tidak bertanggungjawab, mereka melakukan apa yang mereka senangi setiap hari.
tanpa berfikir ada amanah allah yang perlu merek utamakan, hadir itu berarti mendengarkan, mengerti, sepenuh jiwa dan setulus hati
#harike8
#level11
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#menumbuhkanfitrahseksualitas
tetangga saya ada yang demikian, yah saya kadang miris dan sedih melihat anakny yang seumuran dnegah anak saya, anak usia segitu sedang manja-manjanya dengan ibunya, tidka ingin ditinggalkan oleh ibunya, tetapi saya pun faham suaminya tidak bekerja.
tidak punya pilihan lain keculai si istri yang turut bekerja memenuhi kebutuhan hidup setiap hari, hidup dengan oarnagtua nyatanya masih menjadikan mereka bergantung dan sikap yang kurang baik sering mereka tunjukan kepada orangtua yang telah mengasuh anaknya.
kurang akrab dan krang kasih sayang, salah dari awal pengasuhan orangtua terhadap anak laki-lakinya, harusnya seorang laki-laki di didik agar emmpunyai tanggungjawab yang lar biasa besar, apalgi ketika sudah mempunyai anak dan istri, orangtua sudah semakin tua tidka mungkin bisa membantu anak terus menerus.
orangtua pun harus mempunyia pemahaman yang benar, jangan asal bisa mongmong cucu setiap hari bahagia melihat senyum cucunya, bisa menggendong dan menimangnya setiao hari. tidak ada nenek yang tidka bahagia jika demikikan yang terjadi, tetepi hal ini menjadikan orangtuanya yah kedua orangtunay tidak bertanggungjawab, mereka melakukan apa yang mereka senangi setiap hari.
tanpa berfikir ada amanah allah yang perlu merek utamakan, hadir itu berarti mendengarkan, mengerti, sepenuh jiwa dan setulus hati
#harike8
#level11
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#menumbuhkanfitrahseksualitas
Langganan:
Postingan (Atom)







